Selasa, 29 Oktober 2013

KELOMPOK WACANA



KELOMPOK 4  LINGUISTIK UMUM
1.      JENI ARINA (A1B110253)
2.      ABDUL GANI  (A1B108256)
3.      FAHRURRAJI (A1B113208)
4.      RIDUAN (A1B113202)
5.      RESA (A1B113201)
6.      RESTU (A1B113217)
7.      EMY (A1B113225)

wacana merupakan suatu pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dinyatakan secara lisan ataupun tulisan dan memiliki hubungan makna antarsatauan bahasanya serta terikat konteks. Dengan demikian apapun bentuk pernyataan yang dipublikasikan melalui beragam media yang memiliki makna dan terdapat konteks didalamnya dapat dikatakan sebagai sebuah wacana.
Berdasarkan saluran komunikasinya wacana dapat dibedakan atas ; wacana lisan dan wacana tulis. Wacana lisan memiliki ciri adanya penuturan dan mitra tutur, bahasa yang dituturkan, dan alih tutur yang menandai giliran bicara. Sedangkan wacana tulis ditandai oleh adanya penulis dan pembaca, bahasa yang dituliskan dan penerapan sistim ejaan.
Wacana dapat pula dibedakan berdasarkan cara pemaparannya, yaitu antara lain ; wacana narasi, wacana deskripsi, wacana argumentasi dan wacana persuasi
B. URAIAN WACANA NARASI, DESKRIPSI, ARGUMENTASI DAN PERSUASI
1. Wacana Narasi
Wacana Narasi adalah salah satu jenis wacana yang menceritakan / mengisahkan sesuatu peristiwa secara berurutan berdasarkan urutan kejadiannya. Dengan demikian wacana jenis ini tidak bermaksud untuk mempengaruhi seseorang melainkan hanya menceritakan sesuatu kejadian yang telah disaksikan, dialamin dan didengar oleh pengarang (penulisnya). Narasi dapat bersifat fakta atau fiksi (cerita rekaan). Narasi yang bersifat fakta, antara lain biografi dan autobiografi, sedangkan yang berupa fiksi diantaranya cerpen dan novel.
Contoh wacana narasi :
Kegiatan disekolahku demikian padatnya. Setiap hari, aku masuk pukul 07.00. Agar tidak terlambat, aku selalu bangun pukul 04.30. Setelah mandi, akupun shalat subuh. Kemudian, aku segera mengenakan seragam sekolah. Tak lupa aku lihat-lihat lagi buku yang harus aku bawa. Yah, sekedar mengecek apakah buku-buku yang aku bawa sudah sesuai dengan jadwal pelajaran hari itu. Selanjutnya, aku makan pagi. Lalu, kira-kira pukul 06.00, aku berangkat ke sekolah. Seperti biasanya, aku ke sekolah naik angkutan umum. Jarak rumah dengan sekolahku tidak jauh, sekitar enam kilometer. Aku memang membiasakan berangkat pagi-pagi. Maklum, angkutan kota sering berhenti lama untuk mencari penumpang. Jika aku berangkat agak siang, wah, bisa terlambat sampai di sekolah.
Di sekolah, aku belajar selama kurang lebih enam jam. Jam pelajaran berakhir pukul 12.45. Itu untuk hari-hari biasa. Hari Rabu, aku pulang pukul 14.30, karena mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dulu. Khusus hari Jum’at, aku bisa pulang lebih awal, yaitu pukul 11.00.
Paragraf narasi diatas berisi sebuah fakta. Apbila dicermati, paragraf tersebut berisi urutan peristiwa berikut : bangun pukul 04.30, mandi, shalat subuh, berpakaian, mengecek buku, makan pagi, berangkat sekolah, belajar di sekolah, pulang sekolah. Rangkaian  peristiwa tersebut dialami oleh tokoh aku. Aku mengalami “konflik” dengan dirinya sendiri, yaitu kebiasaannya setiap hari.

2. WACANA DESKRIPSI
Wacana deskripsi adalah wacana yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Wacana deskripsi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca atau merasakan hal yang dideskripsikan. Oleh sebab itu deskripsi yang baik adalah deskripsi yang dilengkapi dengan hal-hal yang dapat merangsang panca indra. Contoh : seperti keadaan banjir, suasana dipasar dan sebagainya.
Sebagaimana menulis wacana-wacana lain dalam menulis wacana deskripsi ada langkah-langkahnya, yaitu :
               1.      Menentukan topik karangan deskripsi.
               2.      Merumuskan tujuan mengarang desskripsi.
               3.      Mencari, mengumpulkan ataupun memilih bahan.
               4.      Membuat kerangka karangan.
               5.      Mengembangkan karangan.
3. WACANA ARGUMENTASI
            Wacana argumentasi adalah wacana yang bertujuan mempengaruhi pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau pernyataan yang dikemukakan penulisnya. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.
            Dalam wacana argumentasi, biasanya ditemukan beberapa ciri yang mudah dikenal. Cirri-ciri tersebut misalnya :
                     1.      Ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya
                     2.      Ada alasan, data, atau fakta yang mendukung
                     3.      Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.
Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan. Pada akhir paragraf atau karangan perlu disajikan kesimpulan. Contoh kutipan :
Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola jempolan. 
Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi ini, antara lain :
                     1.      Melontarkan pandangan / pendirian
                     2.      Mendorong atau mencegah
                     3.      Mengubah tingkah laku pembaca
                     4.      Menarik simpati
Contoh : laporan penelitian ilmiah, karya tulis dsb.
4. WACANA PERSUASI
Wacana persuasi merupakan wacana yang berisi imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu seperti yang diharapkan oleh penulisnya. Oleh karena itu biasanya disertai penjelasan dan fakta-fakta sehingga meyakinkan dan dapat mempengaruhi pembaca.
Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi.
Contoh :
               1.      Propaganda kelompok / golongan, kampanye
               2.      Iklan dalam media massa
               3.      Selebaran, dsb

14 komentar:

  1. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Nama: Silvia Ronauli S
    NIM: A1B113236
    Saya ingin bertanya, bisakah kelompok anda memberikan contoh dari wacana persuasi dalam iklan di media massa?
    Terimakasih :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama : Emi Puji Astuti
      NIM : A1B113225
      saya akan mencoba menjawab pertanyaan ny..
      contoh dari wacana persuasi dalam iklan di media massa seperti misalnya iklan tentang himbauan agar masyarakat tertib dalam berlalu lintas. Iklan ini di buat berdasarkan banyaknya kejadian-kejadian yang di alami oleh para pengendara yang kurang berhati-hati. Sehingga pemerintah membuat iklan ini dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam berkendara.

      Hapus
  2. Nama : Dian Anggraini
    Nim : A1B113226
    Pertanyaan dari saya yaitu menurut kalian apa yang menjadi latarbelakang dari pembuatan wacana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelompok akan menjawab pertanyaan anda
      latarbelakang dari pembuatan wacana
      Dalam praktek berbahasa ternyata kalimat bukanlah satuan sintaksis terbesar seperti banyak diduga atau diperhitungkan orang selama ini. Kalimat atau kalimat-kalimat ternyata hanyalah unsur pembentuk satuan bahasa yang lebih besar yang disebut wacana( inggris:discourse) bukti bahwa kalimat bukan satuan terbesar dalam sintaksis, banyak kita jumpai kalimat yang jika kita pisahkan dari kalimat-kalimat yang ada disekitarnya, maka kalimat itu menjadi satuan yang tidak mandiri. Kalimat-kalimat itu tidak mempunyai makna dalam kesendiriannya. Mereka baru mempunyai makna bila berada dalam konteks dengan kalimat-kalimat yang berada disekitarnya.

      Hapus
  3. Nama : Eka Aprilina Hasibuan
    Nim : A1B113213
    Pertanyaan dari saya, apakah acara komedi yang ada ditelevisi dapat dikatakan sebagai wacana ? Apabila iya, termasuk dalam wacana apa?
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelompok akan menjawab pertanyaan anda
      iya komedi yang ada di televisi merupakan wacana.
      komedi yang ada di televisi merupakan wacana narasi karena Wacana Narasi adalah salah satu jenis wacana yang menceritakan / mengisahkan sesuatu peristiwa secara berurutan berdasarkan urutan kejadiannya. Dengan demikian wacana jenis ini tidak bermaksud untuk mempengaruhi seseorang melainkan hanya menceritakan sesuatu kejadian yang telah disaksikan, dialamin dan didengar oleh pengarang (penulisnya). Narasi dapat bersifat fakta atau fiksi (cerita rekaan). biasanya komedi dalam televisi menceritakan suatu kejadian-kejadian lucu, baik bersifat fakta atau fiksi, seperti acara OVJ di Trans7.

      Hapus
  4. Nama: Ria Marlina
    Nim :A1B110210

    1. Menurut kalian ketika kita membuat sebuah wacana hal apa saja yang harus
    diperhatikan?
    2. Diblog kalian tidak memuat pembahasan tentang “Subsatuan Wacana” bisakah Anda menjelaskannya secara singkat, padat, dan jelas. Beserta contohnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelompok akan menjawab pertanyaan anda
      1. hal yang harus diperhatikan membuat wacana
      dalam wacana itu ada wacana lisan dan wacana tulisan. Wacana lisan memiliki ciri adanya penuturan dan mitra tutur, bahasa yang dituturkan, dan alih tutur yang menandai giliran bicara. Sedangkan wacana tulis ditandai oleh adanya penulis dan pembaca, bahasa yang dituliskan dan penerapan sistim ejaan.
      2.mungkin di blog kami ketingalan ya tentang subsatuan wacana jadi kami akan menjelaskan apa itu subsatuan wacana .
      subsatuan wacana
      Wacana ini merupakan satuan “ide” dan “pesan” yang disampaikan

      kepada pendengar / pembaca tanpa keraguan. Wacana itu dibangun oleh

      sub-subsatuan wacana yang disebut bab, subbab, paragraf / subparagraf.
      bab ; setiap bab akan dibagi atas

      beberapa subbab ; setiap subbab akan disajikan dalam beberapa paragraf atau juga

      subparagraf. Setiap paragraf biasanya berisi pikiran utama yang disertai sejumlah pikiran

      penjelas. Pikiran utama berupa satu kalimat utama ; dan setiap pikiran penjelas berupa

      kalimat-kalimat penjelas.

      Hapus
  5. Nama: Luthfia Safitri
    NIM: A1B113221

    Saya ingin bertanya kepada kelompok 4. Bisakah kalian memberikan contoh dalam wacana persuasi yang berkaitan dengan iklan media massa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik kelompok akan menjawab
      Contoh iklan :

      Iklan Operator seluler, Lokasi di swalayan

      Cewe : Beli tissue dong

      (Seisi swalayan keluar dari toko) HaaaAaaAAh

      Lokasi di halte bus

      Cewe: Geser dikit dong

      (semua orang yang berada di halte lari tunggang langgang)

      Cewe masuk ke dalam bus

      (seisi bus keluar sambil menjerit histeris)

      Tulisan di slide

      “KORBAN KETAGIHAN SMS’

      “SMS-an 100% GRATIS GAK ADA BATAS KE SEMUA OPERATOR”

      Narator : Ini dia korban ketagihan sms Xl.

      Bahasa iklan yang digunakan merupakan bahasa sehari-hari dalam percakapan tindak tutur nonbaku atau ragam gaul dalam percakapan antar penutur dengan usia sebanding. Kalimat tidak lengkap dan kata berikut adalah ragam tak baku yang berbaur, campur kode dengan bahasa daerah atau lokal dalam dialog tekstual iklan.

      “Beli tissue dong”

      “Geser dikit dong”

      “SMS-an…”

      Operator XL menggunakan iklan hantu dalam menyampaikan pesan ketagihan mengirim SMS. Iklan seorang perempuan yang sedang keasyikan mengirim SMS sampai lupa diri.

      Pihak XL mempergunakan ikon hantu perempuan dalam tayangan iklannya. Padahal masih banyak ikon lain yang lebih ramah yang bisa digunakan untuk tayangan iklan. Tayangan hantu tersebut dapat merusak psikologis dan kejiwaan. Hal ini juga berlaku bagi iklan dan tayangan film lainnya yang menggunakan ikon hantu.

      Iklan tersebut diperankan wanita berbusana putih dengan wajah tertutup rambut panjang mirip hantu kuntilanak, produk iklan XL dikeluhkan banyak pihak. Iklan tersebut tidak mendidik dan dinilai dapat merusak mental anak-anak. Apalagi iklan tersebut ditayangkan televisi hampir setiap jam. tayangan hantu perempuan dalam iklan XL membuat takut anak-anak. Apalagi, tayangan iklan XL versi Kuntilanak dilakukan secara rutin dan berkali-kali, khususnya di televisi-televisi nasional.

      Hapus
  6. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Nama: Silvia Ronauli S
    NIM: A1B113236
    Menurut jawaban dari Emi Puji Astuti tentang pertanyaan saya itu, lebih ke penjelasan. yang saya maksud berikan contoh wacana nya berupa kalimat. dan pertanyaan saya ternyata sama dengan Luthfia Safitri dan telah ditanggapi oleh kelompok ini berupa kalimat dan penjelasannya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu sudah contohnya
      Berupa wacana dalam bentuk kalimat coba di baca kembali jawaban kelompok terimakasih.

      Hapus
  7. Assalamualaikum. Wr. Wb
    Nama: Silvia Ronauli S
    NIM: A1B113236
    Apakah benar Berdasarkan saluran komunikasinya, wacana dapat dibedakan atas wacana lisan dan wacana tulis? Tolong Berikan penjelasan tentang wacan lisan dan wacana tertulis disertai dengan contohnya masing-masing.
    Terimakasih :-)

    BalasHapus
  8. Pertanyaan di tutup teman2 hee

    BalasHapus